Breaking News
17:40

Pasar Kerja AS Loyo, Cuma Tambah 29 Ribu Pekerja pada September.

2111438921 1
ILUSTRASI. Jumlah penyerapan pekerja swasta di luar sektor pertanian atau nonfarm payroll hanya bertambah 29.000 orang (REUTERS/Carlos Osorio)
Bagikan
Lihat Tersimpan

https://jakartaglobalinsight.com  – Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan tajam pada September 2026. Jumlah pekerja nonpertanian hanya bertambah 29.000 orang, jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan penambahan sekitar 84.000–90.000 pekerja.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) juga mencatat tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari 4,1% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, data Juli dan Agustus direvisi turun dengan total pengurangan 60.000 pekerjaan.

Perlambatan ini mengindikasikan perusahaan di AS semakin berhati-hati dalam merekrut tenaga kerja. Meski demikian, kondisi tersebut belum serta-merta menunjukkan terjadinya resesi, mengingat tingkat pengangguran masih relatif rendah dan belum terlihat gelombang pemutusan hubungan kerja secara luas.

Dari sisi ekonomi, melemahnya pasar kerja berpotensi menekan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian AS. Jika tren ini berlanjut, perusahaan bisa semakin menahan ekspansi dan investasi.

Data tersebut juga menjadi perhatian Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Perlambatan tenaga kerja dapat memperkuat alasan untuk menahan pengetatan moneter, tetapi tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda tetap menjadi pertimbangan.

Pasar keuangan merespons laporan tersebut dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kini mencermati perkembangan data ekonomi berikutnya untuk memperkirakan langkah The Fed.

Bagi Indonesia, pelemahan ekonomi AS perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi permintaan ekspor, pergerakan dollar AS, nilai tukar rupiah, serta arus modal asing ke pasar keuangan domestik.

Meski demikian, dampak terhadap Indonesia akan bergantung pada perkembangan ekonomi global dan kondisi fundamental dalam negeri. Data September ini menjadi sinyal perlambatan pasar kerja AS, tetapi belum cukup untuk memastikan arah ekonomi negara tersebut pada akhir 2026.

jakartaglobalinsight-Marcell

Catatan data: Angka utama dalam naskah menggunakan rilis resmi BLS 2 Oktober 2026. BLS mencatat payroll nonpertanian September bertambah 29.000, pengangguran 4,2 persen, pertumbuhan upah tahunan 3,0 persen, serta revisi gabungan Juli–Agustus sebesar minus 60.000 pekerjaan. (Bureau of Labor Statistics) Reuters juga melaporkan respons awal pasar yang mengarah pada ekspektasi kebijakan Fed yang lebih hati-hati. (Reuters)

 

Penulis

admin@jakartainsight

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *