jakartaglobalinsight.com — Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Penunjukan pengamat politik yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah tersebut menjadi sorotan dalam dinamika politik nasional.
Pelantikan Rocky berlangsung bersamaan dengan sejumlah tokoh nasional yang dipercaya mengisi jajaran Wantimpres. Di antaranya Pratikno sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, serta sejumlah mantan menteri, tokoh politik, akademisi, dan pemuka agama.
Masuknya Rocky ke dalam lembaga penasihat Presiden menarik perhatian karena rekam jejaknya sebagai akademisi dan komentator politik yang kerap melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk pemerintahan sebelumnya.
Kini, Rocky memperoleh posisi formal untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo, sebuah peran yang berbeda dari aktivitasnya selama ini sebagai pengamat di luar pemerintahan.
Himpun Tokoh dari Berbagai Latar Belakang
Pembentukan Wantimpres di era Prabowo melibatkan sejumlah figur dengan pengalaman di bidang pemerintahan, politik, keamanan, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan.
Selain Rocky Gerung, sejumlah tokoh yang dilantik antara lain Quraish Shihab, Agum Gumelar, Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf, Bambang Soesatyo, Anwar Usman, dan Ignasius Jonan.
Komposisi tersebut menghadirkan beragam pengalaman dan perspektif dalam lembaga yang bertugas memberikan pertimbangan kepada kepala negara.
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut juga menjadi bagian dari penguatan struktur penasihat kepresidenan di tengah berbagai tantangan pemerintahan, mulai dari persoalan ekonomi, politik, penegakan hukum hingga hubungan internasional.
Rocky Gerung dan Perubahan Peran Politik
Nama Rocky Gerung dikenal luas melalui berbagai diskusi publik, wawancara media, dan pernyataan kritis mengenai kebijakan pemerintah. Latar belakang akademiknya serta pendekatan filsafat dalam mengulas persoalan politik menjadikannya salah satu figur yang kerap menjadi perhatian publik.
Penunjukannya sebagai anggota Wantimpres menghadirkan perubahan posisi dari pengamat independen menjadi bagian dari lembaga resmi kepresidenan.
Dalam kapasitas barunya, Rocky diharapkan dapat memberikan pandangan dan pertimbangan kepada Presiden sesuai dengan tugas dan kewenangan Wantimpres.
Perubahan peran ini juga menjadi perhatian dalam konteks hubungan antara kritik politik dan kekuasaan. Bagaimana Rocky mempertahankan karakter pemikiran kritisnya dalam lingkungan kelembagaan pemerintahan akan menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dicermati.
Wantimpres Bertugas Memberikan Nasihat kepada Presiden
Secara konstitusional, keberadaan Dewan Pertimbangan Presiden diatur dalam Pasal 16 UUD 1945. Ketentuan lebih lanjut terdapat dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden, sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018.
Wantimpres memiliki tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Lembaga ini diharapkan dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman, keahlian, serta perspektif para anggotanya.
Dengan komposisi tokoh yang berasal dari berbagai bidang, Wantimpres memiliki ruang untuk memberikan pandangan lintas sektor terhadap kebijakan strategis nasional.
Efektivitas lembaga tersebut nantinya akan terlihat dari kualitas rekomendasi yang disampaikan dan bagaimana Presiden memanfaatkannya dalam proses pengambilan keputusan.
Dinamika Politik Pemerintahan Prabowo
Pelantikan Rocky Gerung berlangsung di tengah perkembangan politik dan penataan pemerintahan Prabowo. Sebelumnya, Presiden juga melakukan sejumlah perubahan dalam susunan kabinet, termasuk penunjukan diplomat karier Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri pada 1 Oktober 2026.
Dalam situasi tersebut, keberadaan Wantimpres menjadi salah satu unsur pendukung bagi Presiden untuk memperoleh masukan dari tokoh-tokoh dengan pengalaman dan keahlian yang beragam.
Kehadiran Rocky juga menjadi perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai figur yang aktif mengkritisi kebijakan pemerintah melalui ruang publik.
Namun, penunjukannya belum dengan sendirinya menunjukkan perubahan strategi politik pemerintah terhadap kelompok kritis. Perkembangan tersebut perlu dilihat melalui pelaksanaan tugas Wantimpres, pola komunikasi antarlembaga, serta kebijakan yang dihasilkan.
Publik Menanti Kontribusi Wantimpres
Masuknya Rocky Gerung bersama sejumlah tokoh nasional ke dalam Wantimpres menambah dinamika dalam lingkaran penasihat Presiden Prabowo.
Publik akan mencermati bagaimana para anggota menjalankan fungsi pertimbangan, terutama dalam menghadapi persoalan strategis nasional dan menjaga kualitas kebijakan pemerintah.
Bagi Rocky, jabatan tersebut merupakan tanggung jawab baru yang menuntut kemampuan menyampaikan analisis dan rekomendasi secara konstruktif dalam kerangka kelembagaan.
Sementara bagi pemerintahan Prabowo, keberadaan tokoh dengan latar belakang dan pandangan yang beragam dapat menjadi sumber masukan dalam merumuskan kebijakan.
Pada akhirnya, kontribusi Wantimpres tidak hanya ditentukan oleh nama besar para anggotanya, tetapi juga oleh kualitas nasihat, independensi pemikiran, dan relevansi rekomendasi yang diberikan kepada Presiden.
Pelantikan Rocky Gerung menandai babak baru perjalanan politiknya, dari pengamat yang dikenal kritis menjadi bagian dari lembaga penasihat Presiden. Sejauh mana peran tersebut memberikan kontribusi terhadap kebijakan nasional akan menjadi perhatian publik dalam perjalanan pemerintahan Prabowo.
Jakartaglobalinsight – Kang Oktov
Catatan redaksi: Naskah ini merupakan artikel resmi https://jakartaglobalinsight.com. Fakta pelantikan mengacu pada pemberitaan 2 Oktober 2026. Penafsiran mengenai makna politik disajikan sebagai analisis, bukan pernyataan mengenai motif Presiden. Jumlah anggota dalam sejumlah laporan media berbeda; naskah ini tidak menetapkan angka total yang belum diselaraskan dengan dokumen resmi. Sumber rujukan: DetikNews, Tirto, Liputan6, Reuters.





Tinggalkan Balasan